Total Tayangan Halaman
Selasa, 19 Juni 2012
PELATIHAN AMT IKM DI KAB PONOROGO TENTANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Sabtu, 19 Mei 2012
Senin, 30 April 2012
jurnal teknik sistem informasi
DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONOESIA
Oleh : Sujarwo,S.T
Dosen Fakultas Teknik Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang
I. Pendahuluan
Teknologi berkembang berakar pada kebudayaan lingkungan penciptanya. Teknologi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lingkungan, entah kebutuhan yang sunguh – sungguh ( Real ) atau kebutuhan yang dikira ( Perceived ). Bentuk dan penggunan serta perkembangannya ditentukan oleh kreativitas, pandangan, dan nilai budaya dari lingkungan tersebut.
Akibat perbedaan lingkungan pengguna teknologi dengan nilai dan wawasan budaya masyarakat luas, penerapan teknologi memerlukan perubahan budaya. Segi budaya yang dimaksud disesuaikan dengan tuntutan budaya para teknolog, dengan demikian mau tidak mau membawa dampak bagi masyarakat termasuk Teknologi Informasi. Adapun dampak tersebut meliputi aspek estetika, organisasional, dan cultural.
Perkembangan Teknologi Informasi mencakup semua aspek budaya yang lebih luas, yaitu :
1. Aspek Teknis
Dampak dari perkembangan Teknologi Informasi terhadap sumber daya manusia. Pada aspek teknis ini perkembangan Teknologi Informasi memerlukan kemahiran ( keahlian ), pengetahuan, dan kemampuan dari pengguna. Maka dari itu tergantung seberapa besar kemauan dan kemampuan mengikuti pengguna untuk mengikuti perkembangan Teknologi Informasi.
2. Aspek Etika
Dampak yang menyangkut privasi dan kerahasiaan pembicaraan seseorang. Pada konsep ini mungkin akan mempengaruhi tingkat budaya komunikasi pada masyarakat – masyarakat tertentu,yang biasa harus bertatap muka ( empat mata ).
3. Aspek Organisasianal.
Pada aspek ini mempunyai potensi dampak social yang sangat besar, sehingga perlu adanya pengorganisasian untuk pemanfaatan teknologi informasi yang sebenarnya.
4. Aspek Kultural
Aspek ini mempunyai potensi pada dampak perubahan budaya, komunikasi, nilai – nilai social, sikap dan pengembangan pengetahuan serta wawasan. Dengan perkembangan itu akan mempengaruhi tingkatan struktur ekonomi dan tingkatan masyarakat.
Dari semua aspek diatas, merupakan implikasi dari perkembangan Teknologi Informasi secara garis besar saja. Bila kita ingin mencari jawaban yang lebih spesifik dampak perkembangan teknologi Informasi bagi masyarakat Indonesia, kita tidak akan menemukan jawaban yang mudah, karena pengkajian mengenai dampak perkembangan Teknologi Informasi memang jarang dilakukan, juga diluar negeri. Menurut beberapa study mengenai dampak yang khas terhadap perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia hampir tidak ada. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pengamatan yang diambil bertitik tolak pada pengamatan kualitatif.
II. Dampak yang Nyata
Adapun dampak yang nyata atas perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia adalah :
a. Dampak Personal
Beberapa jenis dampak Teknologi Informasi yang mempengaruhi masyarakat Indonesia, antara lain :
1. Dampak secara langsung yaitu dampak yang langsung dirasakan karena pemakaian secara fisik.
2. dampak yang tidak langsung yaitu dampak yang mendorong perkembangan secara umum suatu masyarakat karena kehadiran sarana Informasi Teknologi.
3. Dampak lain yang bersifat mikro yaitu dampak yang mempengaruhi kehidupan perorangan, keluarga, atau kelompok.
Ciri suatu teknologi mungkin akan menyebabkan dampak yang berbeda dari yang lainnya. Contoh dampak adanya telegrafi berbeda dengan dampak adanya telepon,. Telegrafi biaya mahal, ringkas, cara penyampaian khusus dan bersifat public sedangkan telepon bisa langsung berbicara dengan individu yang dituju, tidak semua orang akan mengetahui kapan seseorang itu menerima kabar penting atau tidak. Disini dapat diketahui bahwa antar media telekomunikasi mempunyai dampak yang berbeda satu sama yang lain. Masyarakat tradisional mungkin mengikuti tradisi wicara melalui telepon, dan alat – alat telekomunikasi lainnya. Sedangkan untuk tradisi tertulis lebih cocok dengan masyarakat yang mempunyai tradisi membaca, masyarkat Negara maju tentunya.
Ada beberapa macam sifat social dari teknologi yang diketahui antara lain menyangkut pertanyaan ; Apakah Teknologi itu bersifat personal ( menghargai harkat dan jati diri komunikasi yang memungkinkan pengenalan pribadi lawan bicara kita ) atau Impersonal ( tidak perlu mengenal satu – sama lain namun bias saling berhubungan atau perubahan budaya social yang penting isi pesan apa yang mau disampaikan ).
b. Dampak Sosial Budaya
Sarana penyampaian informasi apapun bentuknya telah membawa dampak dan perubahan yang berarti pada kehidupan social budaya bagi masyarakat. Ini terlihat dalam kehidupan masyarakat perkotaan terutama lapisan tertentu. Hubungan tatap muka telah mulai diganti dengan system informasi termasuk didalamnya teknik pembelajaran, pengajar tidak perlu bertatap muka secara langsung dengan anak didiknya tapi bias melalui system informasi. Masih banyak lagi yang menggunakan system tersebut untuk banyak kegiatan dan pekerjaan. Segi positif dari teknologi informasi ini adalah segi efisiensi dan membuka hubungan baru dengan pihak manapun yang kita tuju. Sedangkan sisi negatifnya adanya pemanfaatan Teknologi Informasi untuk kejahatan.
Dalam budaya telekomunikasi atau pemanfaatan teknologi informasi baru – baru ini, terbuka akses yang diartikan bahwa orang dengan bebas dapat berbicara, menanyakan banyak hal, mendapatkan banyak informasi yang diinginkannya dan masih banyak lagi hal – hal seseorang bisa mengaksesnya. Dampak dari Teknologi Informasi ini adalah dapat memperlemah atau menembus dinding lapisan social ( Stratifikasi ) secara langsung atau tidak. Disamping itu juga dapat menghapuskan symbol – symbol social yang bersifat fisik yang dapat terlihat apabila harus bertatap muka, seperti penampilan, pakaian, tanda pangkat, atribut perkantoran, besarnya badan, atau keangkeran wajah bahkan sampai kondisi disekitarnya.
Teknologi Informasi telah menciptakan aturan baru yang berbeda dari aturan hubungan tatap muka, dimana pembicara lebih berani berbicara dan mengemukakan pendapat, apalagi bila ia tidak mengenal siapa lawan bicaranya.
Dampak penting yang diamati dari perkembangan Teknologi Informasi adalah meningkatknya kesadaran untuk lebih mudah mendapatkan informasi. Masyarakat makin ingin tahu segera tentang fakta – fakta atau peristiwa – peristiwa apa yang terjadi di Indonesia bahkan diseluruh Dunia. Misal melalui: Internet, Televisi, dan media – media lainnya. Ini menunjukan bahwa dunia informasi semakin merajai dunia. Bahkan ada yang mengatakan “Siapa yang menguasai Teknologi Informasi, Dia akan dapat menguasai Dunia” begitu hebatnya peranan Teknologi Informasi dewasa ini.
c. Potensi Dampak Makro
Dampak makro teknologi Informasi yang paling banyak disorot adalah menyangkut pembangunan ekonomi. Dampak yang dimaksud disini hanya menyangkut beberapa hal makro yang potensial. Salah satu dampak Teknologi Informasi yang potensial adalah perannya dalam menentukan struktur masyarakat. Pembangunan jaringan sebenarnya dapat ikut menentukan struktur masyarakat, karena dapat mengatasi masalah social dan geografis yang selama ini sering mempersulit penataan wilayah diberbagai Negara termasuk Indonesia. Dalam hal ini maka Teknologi Informasi adalah Instrumen social yang dapat berperan untuk mengorganisasi masyarakat.
Dampak makro yang lain, menyangkut pemerataan pembangunan. Kesenjangan ekonomi sering terkait dengan kesenjangan informasi dan komunikasi.Jika akses informasi terbuka luas, kalangan ekonomi akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang relevan dan dapat memperluas hubungan secara efisien. Salah satu contohnya : Informasi untuk mendapatkan peluang – peluang usaha dan mengembangkan usaha yang sudah ada. Dampak ini akan lebih dipercepat jika pengembangan teknologi informasi memberi prioritas yang cukup pada masyarakat pedesaan. Di Indonesia para pengambil keputusan selalu menghadapi pilihan mengenai konsumen mana yang harus dilayani terlebih dahulu karena berkaitan dengan mahalnya investasi sarana informasi. Sehingga sering diarahkan ke wilayah yang dapat menyerap biaya secara ekonomis.
Dampak makro sulitnya menambah jaringan informasi ke wilayah yang lebih luas ini rupanya umum terjadi dimana – mana. Karena itu dampak negative dan ketimpangan informasi dapat menjadi lebih besar lagi.
III. Penutup
Secara ringkas keterangan diatas memperlihatkan bahwa teknologi informasi membawa banyak dampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya Indonesia. Namun gambaran yang diperoleh masih jauh dari lengkap, karena kurangnya data dan penelitian mengenai hal tersebut. Padahal studi dampak akan banyak berguna dalam merencanakan pengembangan teknologi informasi, sehingga benar – benar mendukung untuk mencapai tujuan nasional.
Akhirnya baik juga untuk diingat, bahwa bagaimanapun pengaruh teknologi informasi, dampak keseluruhannnya akan tergantung pada kualitas system dan luas penetrasinya dalam menghubungkan seluruh wilayah tanah air Indonesia secara merata.
Oleh : Sujarwo,S.T
Dosen Fakultas Teknik Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang
I. Pendahuluan
Teknologi berkembang berakar pada kebudayaan lingkungan penciptanya. Teknologi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lingkungan, entah kebutuhan yang sunguh – sungguh ( Real ) atau kebutuhan yang dikira ( Perceived ). Bentuk dan penggunan serta perkembangannya ditentukan oleh kreativitas, pandangan, dan nilai budaya dari lingkungan tersebut.
Akibat perbedaan lingkungan pengguna teknologi dengan nilai dan wawasan budaya masyarakat luas, penerapan teknologi memerlukan perubahan budaya. Segi budaya yang dimaksud disesuaikan dengan tuntutan budaya para teknolog, dengan demikian mau tidak mau membawa dampak bagi masyarakat termasuk Teknologi Informasi. Adapun dampak tersebut meliputi aspek estetika, organisasional, dan cultural.
Perkembangan Teknologi Informasi mencakup semua aspek budaya yang lebih luas, yaitu :
1. Aspek Teknis
Dampak dari perkembangan Teknologi Informasi terhadap sumber daya manusia. Pada aspek teknis ini perkembangan Teknologi Informasi memerlukan kemahiran ( keahlian ), pengetahuan, dan kemampuan dari pengguna. Maka dari itu tergantung seberapa besar kemauan dan kemampuan mengikuti pengguna untuk mengikuti perkembangan Teknologi Informasi.
2. Aspek Etika
Dampak yang menyangkut privasi dan kerahasiaan pembicaraan seseorang. Pada konsep ini mungkin akan mempengaruhi tingkat budaya komunikasi pada masyarakat – masyarakat tertentu,yang biasa harus bertatap muka ( empat mata ).
3. Aspek Organisasianal.
Pada aspek ini mempunyai potensi dampak social yang sangat besar, sehingga perlu adanya pengorganisasian untuk pemanfaatan teknologi informasi yang sebenarnya.
4. Aspek Kultural
Aspek ini mempunyai potensi pada dampak perubahan budaya, komunikasi, nilai – nilai social, sikap dan pengembangan pengetahuan serta wawasan. Dengan perkembangan itu akan mempengaruhi tingkatan struktur ekonomi dan tingkatan masyarakat.
Dari semua aspek diatas, merupakan implikasi dari perkembangan Teknologi Informasi secara garis besar saja. Bila kita ingin mencari jawaban yang lebih spesifik dampak perkembangan teknologi Informasi bagi masyarakat Indonesia, kita tidak akan menemukan jawaban yang mudah, karena pengkajian mengenai dampak perkembangan Teknologi Informasi memang jarang dilakukan, juga diluar negeri. Menurut beberapa study mengenai dampak yang khas terhadap perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia hampir tidak ada. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pengamatan yang diambil bertitik tolak pada pengamatan kualitatif.
II. Dampak yang Nyata
Adapun dampak yang nyata atas perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia adalah :
a. Dampak Personal
Beberapa jenis dampak Teknologi Informasi yang mempengaruhi masyarakat Indonesia, antara lain :
1. Dampak secara langsung yaitu dampak yang langsung dirasakan karena pemakaian secara fisik.
2. dampak yang tidak langsung yaitu dampak yang mendorong perkembangan secara umum suatu masyarakat karena kehadiran sarana Informasi Teknologi.
3. Dampak lain yang bersifat mikro yaitu dampak yang mempengaruhi kehidupan perorangan, keluarga, atau kelompok.
Ciri suatu teknologi mungkin akan menyebabkan dampak yang berbeda dari yang lainnya. Contoh dampak adanya telegrafi berbeda dengan dampak adanya telepon,. Telegrafi biaya mahal, ringkas, cara penyampaian khusus dan bersifat public sedangkan telepon bisa langsung berbicara dengan individu yang dituju, tidak semua orang akan mengetahui kapan seseorang itu menerima kabar penting atau tidak. Disini dapat diketahui bahwa antar media telekomunikasi mempunyai dampak yang berbeda satu sama yang lain. Masyarakat tradisional mungkin mengikuti tradisi wicara melalui telepon, dan alat – alat telekomunikasi lainnya. Sedangkan untuk tradisi tertulis lebih cocok dengan masyarakat yang mempunyai tradisi membaca, masyarkat Negara maju tentunya.
Ada beberapa macam sifat social dari teknologi yang diketahui antara lain menyangkut pertanyaan ; Apakah Teknologi itu bersifat personal ( menghargai harkat dan jati diri komunikasi yang memungkinkan pengenalan pribadi lawan bicara kita ) atau Impersonal ( tidak perlu mengenal satu – sama lain namun bias saling berhubungan atau perubahan budaya social yang penting isi pesan apa yang mau disampaikan ).
b. Dampak Sosial Budaya
Sarana penyampaian informasi apapun bentuknya telah membawa dampak dan perubahan yang berarti pada kehidupan social budaya bagi masyarakat. Ini terlihat dalam kehidupan masyarakat perkotaan terutama lapisan tertentu. Hubungan tatap muka telah mulai diganti dengan system informasi termasuk didalamnya teknik pembelajaran, pengajar tidak perlu bertatap muka secara langsung dengan anak didiknya tapi bias melalui system informasi. Masih banyak lagi yang menggunakan system tersebut untuk banyak kegiatan dan pekerjaan. Segi positif dari teknologi informasi ini adalah segi efisiensi dan membuka hubungan baru dengan pihak manapun yang kita tuju. Sedangkan sisi negatifnya adanya pemanfaatan Teknologi Informasi untuk kejahatan.
Dalam budaya telekomunikasi atau pemanfaatan teknologi informasi baru – baru ini, terbuka akses yang diartikan bahwa orang dengan bebas dapat berbicara, menanyakan banyak hal, mendapatkan banyak informasi yang diinginkannya dan masih banyak lagi hal – hal seseorang bisa mengaksesnya. Dampak dari Teknologi Informasi ini adalah dapat memperlemah atau menembus dinding lapisan social ( Stratifikasi ) secara langsung atau tidak. Disamping itu juga dapat menghapuskan symbol – symbol social yang bersifat fisik yang dapat terlihat apabila harus bertatap muka, seperti penampilan, pakaian, tanda pangkat, atribut perkantoran, besarnya badan, atau keangkeran wajah bahkan sampai kondisi disekitarnya.
Teknologi Informasi telah menciptakan aturan baru yang berbeda dari aturan hubungan tatap muka, dimana pembicara lebih berani berbicara dan mengemukakan pendapat, apalagi bila ia tidak mengenal siapa lawan bicaranya.
Dampak penting yang diamati dari perkembangan Teknologi Informasi adalah meningkatknya kesadaran untuk lebih mudah mendapatkan informasi. Masyarakat makin ingin tahu segera tentang fakta – fakta atau peristiwa – peristiwa apa yang terjadi di Indonesia bahkan diseluruh Dunia. Misal melalui: Internet, Televisi, dan media – media lainnya. Ini menunjukan bahwa dunia informasi semakin merajai dunia. Bahkan ada yang mengatakan “Siapa yang menguasai Teknologi Informasi, Dia akan dapat menguasai Dunia” begitu hebatnya peranan Teknologi Informasi dewasa ini.
c. Potensi Dampak Makro
Dampak makro teknologi Informasi yang paling banyak disorot adalah menyangkut pembangunan ekonomi. Dampak yang dimaksud disini hanya menyangkut beberapa hal makro yang potensial. Salah satu dampak Teknologi Informasi yang potensial adalah perannya dalam menentukan struktur masyarakat. Pembangunan jaringan sebenarnya dapat ikut menentukan struktur masyarakat, karena dapat mengatasi masalah social dan geografis yang selama ini sering mempersulit penataan wilayah diberbagai Negara termasuk Indonesia. Dalam hal ini maka Teknologi Informasi adalah Instrumen social yang dapat berperan untuk mengorganisasi masyarakat.
Dampak makro yang lain, menyangkut pemerataan pembangunan. Kesenjangan ekonomi sering terkait dengan kesenjangan informasi dan komunikasi.Jika akses informasi terbuka luas, kalangan ekonomi akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang relevan dan dapat memperluas hubungan secara efisien. Salah satu contohnya : Informasi untuk mendapatkan peluang – peluang usaha dan mengembangkan usaha yang sudah ada. Dampak ini akan lebih dipercepat jika pengembangan teknologi informasi memberi prioritas yang cukup pada masyarakat pedesaan. Di Indonesia para pengambil keputusan selalu menghadapi pilihan mengenai konsumen mana yang harus dilayani terlebih dahulu karena berkaitan dengan mahalnya investasi sarana informasi. Sehingga sering diarahkan ke wilayah yang dapat menyerap biaya secara ekonomis.
Dampak makro sulitnya menambah jaringan informasi ke wilayah yang lebih luas ini rupanya umum terjadi dimana – mana. Karena itu dampak negative dan ketimpangan informasi dapat menjadi lebih besar lagi.
III. Penutup
Secara ringkas keterangan diatas memperlihatkan bahwa teknologi informasi membawa banyak dampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya Indonesia. Namun gambaran yang diperoleh masih jauh dari lengkap, karena kurangnya data dan penelitian mengenai hal tersebut. Padahal studi dampak akan banyak berguna dalam merencanakan pengembangan teknologi informasi, sehingga benar – benar mendukung untuk mencapai tujuan nasional.
Akhirnya baik juga untuk diingat, bahwa bagaimanapun pengaruh teknologi informasi, dampak keseluruhannnya akan tergantung pada kualitas system dan luas penetrasinya dalam menghubungkan seluruh wilayah tanah air Indonesia secara merata.
Jumat, 13 April 2012
-->
PEMANFAATAN
TEKNOLOGI DAN RISET GUNA PENCAPAIAN KEBUTUHAN MASYARAKAT INDONESIA
PENDAHULUAN
Teknologi hanya akan memberikan kontribusi jika ia digunakan dalam
proses produksi barang/jasa untuk meningkatkan kualitas hidup umat manusia.
Untuk dapat digunakan, teknologi harus dikembangkan dengan mengenali terlebih
dahulu pengguna potensialnya. Dalam konteks upaya pencapaian ini ada pengguna
primer dan pengguna sekunder. Pengguna primer adalah pengguna yang langsung
memamfaatkan teknologi untuk menghasilkan produk barang/jasa, sedang Pengguna
sekundernya adalah pengguna yang tidak langsung/ pendukung dari pengguna
primer. Kebutuhann dan persoalan nyata yang dihadapi oleh para pengguna perlu
dipahami secara komprehensif terlebih dahulu, agar solusi teknologi yang
ditawarkan diminati oleh para pengguna.
Saat ini kegiatan para periset dan akademisi lebih banyak dilakukan
hanya pada tataran untuk memuaskan rasa keingintahuan dan belum secara cermat
dirancang untuk menghasilkan solusi teknologi bagi berbagai permasalahan
nasional.
Kata kunci : Teknologi, Riset
PEMANFAATAN
TEKNOLOGI
Kapasitas
adopsi para pengguna teknologi harus
setara dengan teknologi yang dikembangkan agar proses adopsi dapat berlangsung.
Kapasitas adopsi pengguna tersebut perlu dilihat dari kemampua teknis,
manajerial, finansial, dann sosiokultural. Banyak teknologi pertanian /pangan
di masa lalu yang diintroduksikan kepada para pengguna (terutama pengguna
primer) tetapi tidak digunakan dalam proses produksi sebagai akibat dari tidak padunya antara
teknologi yang diintroduksikan dengan kebutuhan dan /atau kapasitas adopsi
pihak pengguna.
Faktor
penyebab kondisi pemanfaatan teknologi sulit dicapai salah satunya adalah
karena teknologi belum berkontribusi secara efektif. Hal ini terutama
disebabkan karena teknologi yang dikembangkan belum selaras dengan kebutuhan
dan persoalan nyata yang dihadapi para penggunanya, atau karena tidak
mempertimbangkan kapasitas adopsi para penggunanya.
Pemanfaatan
teknologi di Indonesia akan
tercapai jika seluruh individu rakyat Indonesia mempunyai akses (secara
fisik dan finansial) untuk mendapatkannyadapat produktif. Jika konsisten dengan
ini, maka pembangunan terutama industri harus lebih berorientasi pada upaya
pemenuhan permintaan pasar domestik. Kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan
domestic merupakan modal dasar dalam menangkal dampak krisis global.
Keberpihakan pada Pengguna Primer, Teknologi yang dikembangkan perlu ‘lebih
bersahabat ’ dan diarahkan untuk memudahkan para pengguna terutama pengguna
primer, misalkan teknologi pertanian diarahkan dan didukung oleh kebijakan –
kebijakan pemerintah untuk para petani, peternak, pembudidaya ikan, nelayan.
KONTRIBUSI
TEKNOLOGI SAAT INI
Kontribusi
teknologi yang ditampilkan dalam publikansi beberapa Balitbang lebih menonjolkan
peningkatan produksi/produktivitas terkait dengan aplikasi teknologi, tetapi
tidak secara spesifik memilah antara peningkatan produksi /produktivitas
sebagai akibat langsung teknologi dengan akibat input
teknologi lainnya, serta tidak menginformasikan tentang
tambahan ongkos produksi akibat aplikasi
teknologi dimaksud.
Salah
satu pendekatan yang digunakan untuk estimasi kontribusi teknologi terhadap
peningkatan produktivitas, adalah dengan menghitung Total
Factor Productivity (TFP). Pada prinsipnya, TFP merupakan variabel
untuk mengukur dampak terhadap keluaran (output
)total yang tidak disebabkan oleh tangible
input ,yakni capital
input dan labor input yang
terpakai dalam proses produksi. TFP menaksir dampak dan riintangible
input , termasuk kontribusi teknologi walaupun tidak terbatas hanya oleh teknologi.
Maknanya,
jika nilai TFP negatif berarti peningkatan inputs tak sebanding dengan
peningkatan outputs, selain kontribusi teknologi tidak terdeteksi juga proses
produksi berlangsung secara kurang efisien.
MENGGESER
ORIENTASI RISET
Rendahnya
kontribusi teknologi terhadap pembangunan perekonomian nasional (sebagaimana
tercermin dari nilai Total Factor Productivity )
sering dikaitkan dengan alokasi anggaran Negara yang kecil dalam mendukung
kegiatan riset. Walaupun faktanya memang alokasi anggaran tersebut masih
rendah, tetapi rendahnya kontribusi teknologi juga disebabkan karena
ketidakpaduan antara teknologi yang dikembangkan dengan kebutuhan dan problem
yang dihadapi publik dan para pengguna teknologi. Hasil riset atau teknologi
domestik yang diadopsi oleh pengguna untuk menghasilkan barang/jasa yang
dibutuhkan masyarakat masih sangat rendah.
Saat
ini kegiatan para periset dan akademisi lebih banyak dilakukan hanya pada
tataran untuk memuaskan rasa keingin -tahuan dan belum secara cermat dirancang
untuk menghasilkan solusi teknologi bagi berbagai permasalahan nasional.
Sepatutnya
riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan tak harus secara dikotomis dipisahkan
dengan riset untuk menyediakan solusi bagi persoalan nyata. Sebaliknya, riset
ini perlu diposisikann pada alur yang sama. Ilmu pengetahuan yang berhasil
dikembangkan dapat dijadikan modal dasar untuk mengkreasi teknologi yang tepat
sebagai solusi bagi persoalan nyata yang dihadapi. Hal ini bermakna bahwa riset
akademik (walaupu hasilnya belum berupa solusi persoalan ) tetapi perlu lebih diarahkan
untuk menyediakan landasan bagi pengembangan teknologi yang secara nyata
dibutuhkan. Sensitivitas para akademisi dan periset terhadap persoalan nyata
tetap dibutuhkan , terlepas dari pilihan yang diminatinya. Dunia akademik tak
boleh terisolir dari dunia nyata. Perguruan tinggi dan lembaga riset tak boleh
menjadi ‘menara gading ’, karena persoalan yang dihadapi rakyat dan bangsa pada
saat ini sudah terlalu besar untuk diabaikann oleh semua pihak, terutama oleh
komunitas cerdas di perguruan tinggi dan lembaga riset.
Sudah
waktunya riset yang berorientasi langsung untuk menjawab persoalan nyata juga
mempunyai bobot akademik yang tinggi jika dilakukan sesuai dan konsisten dengan
metodologi riset tepat. Bobot akademik lebih ditentukan oleh bagaimana riset
dilakukan bukan oleh jenis keluaran yang dihasilkan.
Sistem
Inovasi Nasional (SINas) yang belum mampu menjadi mesin pengerak perekonomian
antara lain disebabkan oleh keengganan komunitas pengembang ilmu pe getahuan
dan teknologi untuk bergeser.
REORIENTASI
SISTEM INOVASI NASIONAL
Masalah
fundanmental yang berkaitan dengan ketidakpaduan antara teknologi yang
dikembangkan dengan kebutuhan pengguna teknologi perlu diselesaikann terlebih
dahulu sebelum langkah-langkah lain diambil, karena solusi yang tepat untuk
masalah ini merupakan ‘faktor kunci keberhasilan ’ pengembangan SINas. Secara
akademik, ada dua alternatif yang bisa ditempuh,yakni dengan pendekata ‘upply-pu
h ’ (mengembangkan teknologi terlebih dahulu, baru
kemudian menawarkannya kepada pengguna) atau ‘demand-driven
’ (memahami terlebih dahulu kebutuhan pengguna,
baru kemudian mengembangkan teknologi yang sesuai).
Pendekatan
upply-pu h yang
selama ini secara dominan dilakukan ,secara faktual terbukti tidak mampu
mengalirkan teknologi yang dikembangkan tersebut,sehingga SINas menjadi mandul
dan teknologi tidak mampu memberikan kontribusi yang berarti terhadap
pembangunan nasional. Fakta ini menuntut perlunya dilakukan reorientasi
pendekatan ,yakni menggeser pendekatan dari yang lebih dominan upply-pu
h , menjadi lebih dominan demand-driven
.
Pendekatan
demand-driven membutuhka
perubahan mendasar dalam prilaku kerja para akademisi dan periset,termasuk:
[1
] reposisi akademisi dan periset yang selama ini mengambil perann sebagai
penentu arah SINas, menjadi pemasok teknologi yang dibutuhkan pengguna;
[2
] Pengguna teknologi perlu diposisikan sebagai penjuru dalam pengembangan SINas.
Upaya
intensifikansi komunikansi dan interaksi antara pengembang dan pengguna
teknologi mempunyai dua alternatif pilihan ,yakni dengan intervensi dari luar
sistem (external force )
dan menumbuhkan kesadaran saling membutuhkan dalam internal sistem (internal
attraction ). Intervensi dari luar sistem dapat berupa
regulasi yang ‘rigid ’ untuk
mendorong agar komunikansi dan interaksi tersebut terjadi dan dapat pula
melalui peran pro-aktif kelembagaan intermediasi. Pilihan kebijakan yang paling
ideal adalah menumbuhkan hubungan mutualistik pengembang pengguna teknologi
yang didukung oleh regulasi untuk menjamin lingkungan tumbuh kembang SINas yang
kondusif dan dukungan lembaga intermediasi secara profesional dan proporsional.
Strategi
yang dapat dipilih untuk meningkatkan kinerja SINas guna meningkatkan
kontribusi teknologi adalah:
[1
] Sinkronisasi antara teknologi yang dikembangkan dengan permasalahan yang dihadapi
oleh Pengguna.
[2
] Insentif bagi pengguna dengan memberi rangsangan untuk tumbuh-kembang yang
berbasis teknologi nasional dan sesuai dengan permintaan pasar domestik;
[3
] Vitalisasi lembaga intermediasi untuk percepatan proses adopsi teknologi oleh
pengguna dan industri dalam negeri;dan
[4 ]Dukungan peranturan perundang-udangan
sebagai landasan hukum untuk
memfasilitasi, menstimulasi, dan mengakselerasi interaksi antar aktor
SINas dan kelembagaan pendukung lainnya.
PENUTUP
Berdasarkan
persoalan pokok yang dihadapi dan dikaitkan dengan target dan prioritas
nasional yang telah ditetapkan untuk dikembangkan ,maka akan ditetapkan program
dan kegiatan prioritas untuk riset melalui ARN ( Agenda riset Nasional ) untuk
menentukan skala prioritas dan teknik pemanfaat teknologi, adalah mendorong agar kegiatan riset untuk menghasilkan
teknologi menjadi arus utama riset nasional, sehingga diharapkan mampu menghasilkan teknologi yang sesuai kebutuhan dan /atau mampu
menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan masayarakat
yang sejahtera.
REFERENSI
Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen
Pertanian .2008.Kontribusi Teknologi
Deptan ,Jakarta .
Lakita ,B.2009.Reorientasi Sistem Inovasi
Nasional Indonesia:kebijakan ,strategi,dan upaya.
Orasinilmiah
Dies Natalis ke 46 Universitas Negeri Gorontalo.Gorontalo,2 September 2009.
tugas mata kuliah komunikasi interpersonal
buat resume materi kuliah komunikasi interpersonal, dengan ketentuan
1. diketik dengan TAHOMA
2. dicetak dengan kertas A4
3. jarak spasi 1,5
1. diketik dengan TAHOMA
2. dicetak dengan kertas A4
3. jarak spasi 1,5
Langganan:
Postingan (Atom)




