Macam - Macam Metode Sistem
Penunjang Keputusan
Metode Sistem pakarSistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk
mengambil keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang atau beberapa
orang pakar. Menurut Marimin (1992), sistem pakar adalah sistem perangkat lunak
komputer yang menggunakan ilmu, fakta, dan teknik berpikir dalam pengambilan
keputusan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasanya hanya dapat
diselesaikan oleh tenaga ahli dalam bidang yang bersangkutan. Dalam penyusunannya,
sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference
rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih
pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam
komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk
penyelesaian masalah tertentu.
- Modul Penyusun Sistem Pakar
Suatu
sistem pakar disusun oleh tiga modul utama (Staugaard, 1987), yaitu :
1. Modul Penerimaan Pengetahuan Knowledge Acquisition Mode)
Sistem
berada pada modul ini, pada saat ia menerima pengetahuan dari pakar. Proses
mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang akan digunakan untuk pengembangan
sistem, dilakukan dengan bantuan knowledge engineer. Peran knowledge engineer
adalah sebagai penghubung antara suatu sistem pakar dengan pakarnya.
2. Modul Konsultasi(Consultation Mode)
Pada
saat sistem berada pada posisi memberikan jawaban atas permasalahan yang
diajukan oleh user, sistem pakar berada dalam modul konsultasi. Pada modul ini,
user berinteraksi dengan sistem dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan oleh sistem.
3. Modul Penjelasan(Explanation Mode)
Modul
ini menjelaskan proses pengambilan keputusan oleh sistem (bagaimana suatu
keputusan dapat diperoleh).
- Struktur Sistem Pakar
Komponen
utama pada struktur sistem pakar (Hu et al, 1987) meliputi:
1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Basis
pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi
pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta
adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara
untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui. Menurut
Gondran (1986) dalam Utami (2002), basis pengetahuan merupakan representasi
dari seorang pakar, yang kemudian dapat dimasukkan kedalam bahasa pemrograman
khusus untuk kecerdasan buatan (misalnya PROLOG atau LISP) atau shell sistem
pakar (misalnya EXSYS, PC-PLUS, CRYSTAL, dsb.)
2. Mesin Inferensi (Inference Engine)
Mesin
inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi
untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis
pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk
memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis
pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya,
mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian.
Strategi
penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi
penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika
semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan
inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.
Strategi
pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran.
Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward
chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua tehnik pengendalian
tersebut.
3. Basis Data (Database)
Basis
data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta-fakta tersebut
digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah-kaidah dalam sistem. Basis data
menyimpan semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi,
maupun fakta-fakta yang diperoleh pada saat proses penarikan kesimpulan sedang
dilaksanakan. Basis data digunakan untuk menyimpan data hasil observasi dan
data lain yang dibutuhkan selama pemrosesan.
4. Antarmuka Pemakai (User Interface)
Fasilitas
ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai dengan sistem.
Hubungan antar komponen penyusun struktur sistem pakar dapat dilihat pada
Gambar di bawah ini :
Teknik
Representasi Pengetahuan
Representasi
pengetahuan adalah suatu teknik untuk merepresentasikan basis pengetahuan yang
diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui
relasi/keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain. Teknik ini
membantu knowledge engineer dalam memahami struktur pengetahuan yang akan
dibuat sistem pakarnya.
Terdapat
beberapa teknik representasi pengetahuan yang biasa digunakan dalam
pengembangan suatu sistem pakar, yaitu :
1.
Rule-Based Knowledge
2.
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta (facts) dan aturan
(rules).
Bentuk representasi ini terdiri atas premise dan kesimpulan
3.
Frame-Based Knowledge
Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk hirarki atau jaringan frame
4.
Object-Based Knowledge Pengetahuan direpresentasikan sebagai jaringan dari
obyek-obyek. Obyek adalah elemen data yang terdiri dari data dan metoda
(proses)
5.
Case-Base Reasoning Pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk kesimpulan
kasus (cases)
(Untuk
mengetahui lebih jelasnya, Anda dapat membaca buku :
•
Management Information System (J.A. O'Brien) McGraw Hill. Arizona.USA.
•
Decision Support and Expert Systems; Management Support Systems (E. Turban)
Prentice Hall. New Jersey.USA.
•
Buku-buku lain yang membahas tentang Sistem Pakar)
Sistem pakar berisi bahasa prosesor untuk komunikasi yang bersahabat,
berorientasi pada masalah antara pengguna dan komputer. Komunikasi ini dapat
secara baik dibawa oleh natural language, dan dalam beberapa kasus user
interface
ditambahkan dengan menu-menu dan grafik.
6.
Subsistem penjelasan
7.
Sistem penyaringan pengetahuan
Sedangkan konsep dasar dalam sistem pakar menurut Turban, 1993 adalah:
1.
Keahlian (Expertise)
2.
Pakar (Expert)
3.
Transfer keahlian
4.
Inferensi
5.
Rule
6.
Kemampuan memberikan penjelasanHYPERLINK "http://kmp.htm/" \t
"right"
Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan transformasi dari keahlian
pemecahan masalah dari beberapa sumber pengetahuan ke program komputer
untuk konstruksi atau perluasan basis pengetahuan. Sumber-sumber pengetahuan
potensial termasuk pakar manusia, textbook, database, laporan penelitian
khusus,
dan gambar-gambar. Pengakuisisian pengetahuan dari pakar adalah tugas kompleks
yang sering membuat kemacetan dalam konstruksi sistem pakar sehingga
dibutuhkan seorang knowledge engineer untuk berinteraksi dengan satu atau lebih
pakar dalam membangun basis pengetahuan.
Metode
Regresi linier
Regresi linier adalah metode statistika yang digunakan untuk membentuk model
hubungan antara variabel terikat (dependen; respon; Y) dengan satu atau lebih
variabel bebas (independen, prediktor, X).
Apabila
banyaknya variabel bebas hanya
ada satu, disebut sebagai regresi linier sederhana, sedangkan apabila terdapat
lebih
dari 1 variabel bebas, disebut sebagai regresi linier berganda.
Analisis regresi setidak-tidaknya memiliki 3 kegunaan, yaitu untuk tujuan
deskripsi
dari fenomena data atau kasus yang sedang diteliti, untuk tujuan kontrol, serta
untuk tujuan prediksi. Regresi mampu mendeskripsikan fenomena data melalui
terbentuknya suatu model hubungan yang bersifatnya numerik. Regresi juga dapat
digunakan untuk melakukan pengendalian (kontrol) terhadap suatu kasus atau hal-
hal yang sedang diamati melalui penggunaan model regresi yang diperoleh.
Selain
itu, model regresi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan prediksi untuk
variabel terikat. Namun yang perlu diingat, prediksi di dalam konsep regresi
hanya
boleh dilakukan di dalam rentang data dari variabel-variabel bebas yang
digunakan
untuk membentuk model regresi tersebut. Misal, suatu model regresi diperoleh
dengan mempergunakan data variabel bebas yang memiliki rentang antara 5 s.d.
25, maka prediksi hanya boleh dilakukan bila suatu nilai yang digunakan sebagai
input untuk variabel X berada di dalam rentang tersebut. Konsep ini disebut
sebagai interpolasi. Data untuk variabel independen X pada regresi linier bisa
merupakan data pengamatan yang tidak ditetapkan sebelumnya oleh peneliti
(obsevational data) maupun data yang telah ditetapkan (dikontrol) oleh peneliti
sebelumnya (experimental or fixed data). Perbedaannya adalah bahwa
dengan menggunakan fixed data, informasi yang diperoleh lebih kuat dalam
menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel X dan variabel Y. Sedangkan,
pada observational data, informasi yang diperoleh belum tentu merupakan
hubungan sebab-akibat. Untuk fixed data, peneliti sebelumnya telah memiliki
beberapa nilai variabel X yang ingin diteliti. Sedangkan, pada observational
data,
variabel X yang diamati bisa berapa saja, tergantung keadaan di lapangan.
Biasanya, fixed data diperoleh dari percobaan laboratorium, dan observational
data
diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Di dalam suatu model regresi kita akan
menemukan koefisien-koefisien. Koefisien pada model regresi sebenarnya adalah
nilai duga parameter di dalam model regresi untuk kondisi yang sebenarnya (true
condition), sama halnya dengan statistik mean (rata-rata) pada konsep statistika
dasar.
Hanya saja, koefisien-koefisien untuk model regresi merupakan suatu nilai
rata-rata yang berpeluang terjadi pada variabel Y (variabel terikat) bila suatu
nilai X (variabel bebas) diberikan. Koefisien regresi dapat dibedakan
menjadi 2 macam, yaitu:
1. Intersep (intercept)
Intersep,
definisi secara metematis adalah suatu titik perpotongan antara suatu garis
dengan sumbu Y pada diagram/sumbu kartesius saat nilai X = 0. Sedangkan
definisi secara statistika adalah nilai rata-rata pada variabel Y apabila nilai
pada variabel X bernilai 0. Dengan kata lain, apabila X tidak memberikan
kontribusi, maka secara rata-rata, variabel Y akan bernilai sebesar intersep.
Perlu diingat, intersep hanyalah suatu konstanta yang memungkinkan munculnya
koefisien lain di dalam model regresi. Intersep tidak selalu dapat atau perlu
untuk diinterpretasikan. Apabila data pengamatan pada variabel X tidak mencakup
nilai 0 atau mendekati 0, maka intersep tidak memiliki makna yang berarti,
sehingga tidak perlu diinterpretasikan.
Secara
matematis, slope merupakan ukuran kemiringan dari suatu garis.
Slope
adalah
koefisien
regresi untuk variabel X (variabel bebas). Dalam konsep statistika, slope
merupakan
suatu nilai yang menunjukkan seberapa besar kontribusi (sumbangan) yang diberikan
suatu variabel X terhadap variabel Y. Nilai slope dapat pula diartikan sebagai
ratarata pertambahan (atau pengurangan) yang terjadi pada variabel Y untuk
setiap peningkatan satu satuan variabel X.
Contoh
model regresi:
Y
= 9.4 + 0.7*X +
Angka
9.4 merupakan intersep, 0.7 merupakan slope, sedangkan merupakan error.
Error
bukanlah berarti sesuatu yang rusak, hancur atau kacau. Pengertian error di
dalam konsep statistika berbeda dengan pengertian error yang selama ini dipakai
di dalam kehidupan sehari-hari.
Metode B/C Ratio
Analisis
manfaat-biaya merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui besaran keuntungan/kerugian
serta kelayakan suatu proyek. Dalam perhitungannya, analisis inimemperhitungkan
biaya serta manfaat yang akan diperoleh dari pelaksanaan suatu program.Dalam
analisisbenefit dancos t perhitungan manfaat serta biaya ini merupakan satu
kesatuanyang tidak dapat dipisahkan.
Analisis
ini mempunyai banyak bidang penerapan. Salah satu bidang penerapan yang
umummenggunakan rasio ini adalah dalam bidang investasi. Sesuai dengan dengan
maknatekstualnya yaitu benefit cost (manfaat-biaya) maka analisis ini mempunyai
penekanan dalamperhitungan tingkat keuntungan/kerugian suatu program atau suatu
rencana denganmempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan serta manfaat yang
akan dicapai. Penerapananalisis ini banyak digunakan oleh para investor dalam
upaya mengembangkan bisnisnya.Terkait dengan hal ini maka analisis manfaat dan
biaya dalam pengembangan investasi hanyadidasarkan pada rasio tingkat keuntungan
dan biaya yang akan dikeluarkan atau dalam kata lainpenekanan yang digunakan
adalah pada rasio finansial atau keuangan.
Dibandingkan
penerapannya dalam bidang investasi, penerapan Benefit Cost Ratio (BCR)
telahbanyak mengalami perkembangan. Salah satu perkembangan analisis BCR antara
lain yaitupenerapannya dalam bidang pengembangan ekonomi daerah. Dalam bidang
pengembanganekonomi daerah, analisis ini umum digunakan pemerintah daerah untuk
menentukan kelayakanpengembangan suatu proyek.
Relatif
berbeda dengan penerapan BCR di bidang investasi, penerapan BCR dalam
prosespemilihan suatu proyek terkait upaya pengembangan ekonomi daerah relatif
lebih sulit. Hal inidikarenakan aplikasi BCR dalam sektor publik harus
mempertimbangkan beberapa aspek terkait
social
benefit(social welfare function) dan lingkungan serta tak kalah penting adalah
factor efisiensi. Faktor efisiensi mutlak menjadi perhatian menimbang
terbatasnya dana dan kemampuan pemerintah daerah sendiri. Secara terinci
aspek-aspek tersebut juga mempertimbangkan dampak penerapan suatu program dalam
masyarakat baik secara langsung (direct impact) maupun tidak langsung (indirect
impact), faktor eksternalitas, ketidakpastian (uncertainty), risiko (risk)
serta shadow price. Terkait perhitungan risiko dan ketidakpastian, hal ini
dapat diatasi dengan menggunakan asuransi danmelakukan lindung nilai (hedging).
Efisiensi ekonomi merupakan kontribusi murni suatu program dalam peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Sehingga yang menjadi perhatian utama dalam penerapan
BCR dalam suatu proyekpemerintah yang berkaitan dengan sektor publik adalah
redistribusi sumber daya.
- Metode AHP
AHP
merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas
L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi
faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut
Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari
sebuah permasalahan yang
kompleks
dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang
diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga
level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks
dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi
suatu bentuk
hirarki
sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis.
AHP
sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode
yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut :
1.
Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih,
sampai pada
subkriteria yang paling dalam.
2.
Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai
kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.
3.
Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.
Kelebihan
dan Kelemahan AHP
Layaknya
sebuah metode analisis, AHP pun memiliki kelebihan dan kelemahan dalam system
analisisnya. Kelebihan-kelebihan analisis ini adalah :
Kesatuan
(Unity)§
AHP
membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang
fleksibel dan mudah dipahami.
Kompleksitas
(Complexity)§
AHP
memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan
pengintegrasian secara deduktif.
Saling
ketergantungan (Inter Dependence)§
AHP
dapat digunakan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan tidak
memerlukan hubungan linier.
Struktur
Hirarki (Hierarchy Structuring)§
AHP
mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level-level
yang berbeda dari masing-masing level berisi elemen yang serupa.
Pengukuran
(Measurement)§
AHP
menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapatkan prioritas.
Konsistensi
(Consistency)§
AHP
mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan untuk
menentukan prioritas.
Sintesis
(Synthesis)§
AHP
mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya
masing-masing alternatif.
Trade
Off§
AHP
mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga
orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.
Penilaian
dan Konsensus (Judgement and Consensus)§
AHP
tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil
penilaian yang berbeda.
Pengulangan
Proses (Process Repetition)§
AHP
mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan
mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan.
Sedangkan
kelemahan metode AHP adalah sebagai berikut:
Ketergantungan
model AHP pada input utamanya. Input utama ini§
berupa
persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas
sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut
memberikan penilaian yang keliru.
Metode
AHP ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian§
secara
statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang
terbentuk
C. Tahapan AHP
Dalam
metode AHP dilakukan langkah-langkah sebagai berikut
(Kadarsyah
Suryadi dan Ali Ramdhani, 1998) :
1.
Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan.Dalam tahap ini
kita berusaha menentukan masalah yang akan kita pecahkan secara jelas, detail
dan
mudah dipahami. Dari
masalah yang ada kita coba tentukan solusi yang mungkin cocok
bagi masalah tersebut. Solusi dari masalah mungkin berjumlah
lebih dari satu. Solusi tersebut nantinya kita kembangkan lebih
lanjut dalam tahap berikutnya.
2.
Membuat struktur hierarki yang diawali dengan tujuan utama. Setelah menyusun
tujuan utama sebagai level teratas akan disusun level hirarki yang berada di
bawahnya yaitu kriteria-kriteria yang cocok untuk mempertimbangkan atau
menilai alternatif yang kita berikan dan menentukan alternatif tersebut. Tiap
kriteria mempunyai intensitas yang berbeda-beda. Hirarki dilanjutkan dengan
subkriteria (jika mungkin diperlukan).
3.
Membuat matrik perbandingan berpasangan yang
menggambarkan
kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau kriteria
yang setingkat di atasnya. Matriks yang digunakan bersifat sederhana, memiliki
kedudukan kuat untuk kerangka konsistensi, mendapatkan informasi lain yang
mungkin dibutuhkan dengan semua perbandingan yang mungkin
dan
mampu menganalisis kepekaan prioritas secara keseluruhan untuk perubahan
pertimbangan. Pendekatan dengan matriks mencerminkan aspek ganda dalam
prioritas yaitu mendominasi dan didominasi. Perbandingan dilakukan berdasarkan
judgment dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan
suatu
elemen dibandingkan elemen lainnya. Untuk memulai proses perbandingan berpasangan
dipilih sebuah kriteria dari level paling atas hirarki misalnya K dan kemudian
dari level di bawahnya diambil elemen yang akan dibandingkan misalnya
E1,E2,E3,E4,E5
- Metode IRR
Metode
ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat
pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang
menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap
nilai sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV
sama dengan nol.
RUMUS!
Apabila
Ao adalah investasi pada periode 0 dan A1 sampai An adalah aliran bersih dari
periode 1 sampai n, maka metode IRR semata mata mencari discount factor yang
menyamakan A0 dengan A1 sampai An. Penerimaan atau penolakan usulan investasi
ini adalah dengan membandingkan IRR dengan tingkat bunga yang disyaratkan
(required rate of return). Apabila IRR lebih besar dari pada tingkat bunga yang
disyaratkan maka proyek tersebut diterima, apabila lebih kecil diterima.
Kelemahan
secara mendasar menurut teori memang hampir tidak ada, namun dalam praktek
penghitungan untuk menentukan IRR tersebut masih memerlukan penghitungan NPV
Internal Rate of Return (IRR)
Ukuran
kedua yang sering digunakan dalam analisis manfaat finansial adalah internal
rate of return (IRR) atau tingkat pengembaliandari investasi. IRR menunjukan
tingkat discount rate atau tingkat keuntungan dari investasi yang menghasilkan
NPV sama dengan nol.
Untuk
mengitung IRR digunakan rumus sebagai berikut:
RUMUS
Kriteria
penilain digunakan tingkat bunga bank. Jadi, jika IRR ??tingkat bunga bank,
maka usaha yang direncanakan atau yang diusulan layak untuk dilaksanakan, dan
jika sebaliknya usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan.
Internal Rate of Return (IRR)
Teknik
perhitungan dengan IRR banyak digunakan dalam suatu analisis investasi, namun
relatif sulit untuk ditentukan karena untuk mendapatkan nilai yang akan
dihitung diperlukan suatu 'trial and error' hingga pada akhirnya diperoleh
tingkat bunga yang akan menyebabkan NPV sama dengan nol. IRR dapat
didefinisikan sebagai tingkat bunga yang akan menyamakan present value cash
inflow dengan jumlah initial investment dari proyek yang sedang dinilai. Dengan
kata lain, IRR adalah tingkat bunga yang akan menyebabkan NPV sama dengan nol,
karena present value cash inflow pada tingkat bunga tersebut akan sama dengan
initial investment. Suatu usulan proyek investasi akan ditetima jika IRR >
cost of capital dan akan ditolak jika IRR < cost of capital. Perhitungan IRR
untuk pola cash flow yang bersifat seragam (anuitas), relatif berbeda dengan
yang berpola tidak seragam. Menurut Arifin dan Fauzi (1999:13) bahwa: Adapun
langkah-langkah menghitung IRR untuk pola cash flow yang sama adalah sebagai
beiikut: a. Hitung besarnya payback period untuk proyek yang sedang dievaluasi.
b. Gunakan tabel discount factor, dan pada baris umur proyek, cari angka yang
sama atau mendekati dengan hasil payback period pada langkah 1 di atas. IRR
terletak pada persentase terdekat hasil yang diperoleh. c. Untuk mendapatkan
nilai IRR yang sesungguhnya dapat ditempuh dengan menggunakan interpolasi.
Sedangkan untuk proyek yang memiliki pola cash inflow yang tidak seragam, dapat
diselesaikan dengan langkah-langkah berikut: a) Hitung rata-rata cash inflow
per tahun b) Bagi initial investment dengan rata-rata cash inflow untuk
mengetahui "estimasi" payback period dari proyek yang sedang
dievaluasi. c) Gunakan tabel discount factor untuk menghitung besarnya IRR,
seperti langkah ke-2 dalam menghitung IRR untuk pola cash flow yang berbentuk
seragam (anuitas). Hasil yang diperoleh akan merupakan "perkiraan IRR'. d)
Selanjutnya sesuaikan IRR yang diperoleh pada langkah ke-3 di atas, yaitu
diperbesar atau diperkecil, ke dalam pola cash flow yang sesungguhnya. Apabila
cash inflow yang sesungguhnya dalam tahun-tahun pertama temyata lebih besar
dari rata-rata yang diperoleh dalam langkah ke 1 di atas, maka perbesarlah
tingkat discount yang digunakan, dan apabila sebaliknya maka perkecillah
discount tersebut. e) Dari hasil discount rate yang diperoleh pada langkah
ke-4, kernudian hitunglah NPV dari proyek tersebut. f) Apabila hasil yang
diperoleh lebih besar dari nol, maka naikkanlah discount rate yang digunakan,
dan apabila sebaliknya maka turunkanlah discount rate tersebut. g) Hitunglah
kembali NPV dengan menggunakan discount rate yang baru, sampai akhirnya
diperoleh discount rate yang secara berurutan menghasilkan NPV yang positif dan
negatif. Dengan jalan interpolasi akan ditemukan nilai IRR yang sesungguhnya.
Setelah IRR diketahui langkah selanjutnya adalah membandingkan IRR dengan cost
of capital. Apabila IRR lebih besar dari pada cost of capital maka rencana
investasi dapat diterima karena menguntungkan dan sebaliknya apabila IRR lebih
kecil dari pada cost of capital maka rencana investasi ditolak karena
merugikan.
Metode PBP,
PBP adalah metode yang digunakan dengan cara
menyusun satu demi satu piece hingga layer tersebut solve. PBP ini sendiri
sangat berbeda dengan metoda lain yang mengharuskan harus membuat cross dan
lain sebagainya. Metoda yang satu ini bisa dibilang full intuitive (kecuali
untuk layer ke 2) karena tidak memerlukan algoritma untuk menyusun satu layer,
cukup dengan logika murni saja, dan inilah salah satu kelebihan dari metoda PBP
ini. Selain itu metoda ini sangat cocok untuk dipelajari bagi mereka yang baru
(sangat baru =.=) dalam cubing, ini berdasarkan fakta nyata yang saya alami
ketika mengajarkan cubing ke teman-teman saya, mereka lebih mudeng dengan
metoda ini daripada LBL yang merupakan metoda paling umum yang dipelajari oleh
para beginner. Baik langsung saja, saya akan memberi beberapa contoh PBP
Metode
MPE
Metode
Perbandingan Eksponensial (MPE), merupakan salah satu metode untuk menentukan
urutan prioritas alternatif keputusan dengan kriteria jamak , Teknik ini cocok
untuk penilaian dengan skala ordinal. Hasil MPE akan lebih kontras dari pada
hasil Bayes. Prosedur MPE • Formulasi perhitungan skor untuk setiap alternatif
dalam metoda perbandingan eksponensial adalah: m Total nilai (TNi) =Ã¥ (RK
ij)TKK j j=1 Keterangan : TNi = Total nilai alternatif ke -i RK ij = derajat
kepentingan relatif kriteria ke-j pada pilihan keputusan i TKK j = derajat
kepentingan kritera keputusan ke-j; TKKj > 0; bulat
n
= jumlah pilihan keputusan
m
= jumlah kriteria keputusan
•
Penentuan tingkat kepentingan kriteria dilakukan dengan cara wawancara dengan
pakar atau melalui kesepakatan curah pendapat.
•
Penentuan skor alternatif pada kriteria tertentu dilakukan dengan memberi nilai
setiap alternatif berdasarkan nilai kriterianya .
Keuntungan
MPE
•
Mengurangi bias yang mungkin terjadi dalam analisa
•
Nilai skor yang menggambarkan urutan prioritas menjadi besar (fungsi
eksponensial) ini mengakibatkan urutan prioritas alternatif keputusan lebih
nyata
Contoh
Aplikasi MPE
•
Penilaian terhadap tiga alternatif calon pemimpin divisi ICT (Pergiwa,
Bratasena,
Kresna)
•
Kriteria yang dipertimbangkan: Kecakapan, Kepemimpinan dan Kejujuran
•
Penilaian alternatif pada setiap kriteria menggunakan skala penilaian 1-9.
Contoh
Pemilihan pimpinan
Alternatif
Kriteria Nilai
Alternatif
Peringkat
Kecakapan
Kepemimpinan Kejujuran
1.
Pergiwa 4 4 3
2.
Bratasena 4 5 2
3.
Kresna 4 3 4
Tk.
Kepentingan Kriteria 3 4 3
•
Nilai (Pergiwa) = 4 **(3) + 4**(4) + 3**(3) = ?
•
Nilai alternatif 1,2, dan 3 adalah? sehingga didapat alternatif yang terurut
dari yang
terbaik adalah alternatif?
- Metode NPV
NPV
merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan
menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau
dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan
datang yang didiskontokan pada saat ini.Untuk menghitung NPV diperlukan data
tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta
perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan.
Rumus
yang digunakan
Arus
kas masuk dan keluar yang didiskontokan pada saat ini (present value (PV)).
yang dijumlahkan selama masa hidup dari proyek tersebut dihitung dengan rumus:
dimana:
t
- waktu arus kas
Rt
- arus kas bersih (the net cash flow) dalam waktu
Arti
perhitungan NPV
Pada
tabel berikut ditunjukkan arti dari perhitungan NPV terhadap keputusan
investasi yang akan dilakukan.
Bila...
Berarti... Maka...
NPV
> 0 investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan proyek bisa
dijalankan
NPV
< 0 investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan
proyek ditolak
NPV
= 0 investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun
merugi Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada
keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria
lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.
.



