Total Tayangan Halaman

Rabu, 28 Januari 2009

ikhlas


KONSEKUENSI IKHLAS”

Ada sebuah keluarga petani. Mereka menetap disebuah kerajaan besar yang rajanya adil dan bijaksana. Tanah negeri itu subur dan keadaannyapun aman, hidup berdampingan dengan damai tanpa mengenal perang ataupun bencana. Setiap pagi keluarga petani itu pergi kesawah, tak lupa membawa bajak dan menuntun kerbaunya, bajak tua dan kerbau renta. Sisi –sisi kayu dan garu bajak telah mengelupas, keerbaunya tampak letih sebentar – bentar berhenti menghela bajak, “ inilah hartaku yang paling berharga” bisik petani itu dalam hati. Tiba – tiba gemuruh suara derap kuda memecah kekhusukan kerjanya. Segerombolan pasukan kerajaan dating, komandannya mendekati lalu berkata “ serahkan bajak dan kerbaumu itu kepada kami. Ini perintah raja!”. Si petani kaget, bukan oleh suara keras dan tegas yang dimiliki oleh tentara itu tapi pada isi perintah itu.

“ untuk apa raja menginginkan bajak dan kerbauku ?” Tanya petani bingung. Hanya ini hartaku yang paling berharga. Bagaimana aku bisa bekerja tanpa bajak dan kerbau itu? Tolonglah kasihani anak dan istriku,”. “ kami hanya menjalankan perintah. Terserah , apakah kamu menyerahkan atau tidak, tapi ingat kekuasaan dan kekuatan baginda raja tidak akan mampu dilawan oleh petani macam kau” kata komandan itu tanpa muatan emosi. Petani itu bingung dan cemas dan bertanya – Tanya dalam hati, apakah raja telah kehilangan sikap bijaknya? Tampaknya baginda sudah tidak melindungi rakyatnya lagi. Akhirnya petani itu sampai pada sebuah kesimpulan dan keputusan : tak ada yang bisa berbuat kecuali pasrah dan menyerah kepada kehendak raja.“ baiklah kalau itu memang kehendak raja, saya akan mengantarkannya kepada raja” kata petani dengan tenang. Bala tentara itu pergi meninggalkan petani itu.

Setelah beberapa saat petani itu memanggul bajak dan menuntun kerbaunya kearah istana, ia ingin menyerahkan langsung harta paling berharganya itu kepada raja. “ baginda walau terasa berat hamba harus membaktikan diri kepada baginda. Karena itu terimalah bajak dan kerbau ini, yang mulia..,” ujar petani dengan suara diusahakan tanpa getaran sedih karena kehilangan harta kesayangannya.

Raja tersenyum, menepuk tangan, memanggil pengawal. “ buka selubung itu,” raja memberi perintah selubung dekat taman terkuak. Ada bajak baru dan seekor kerbau gemuk disana. Sang petani bingung, kalau sudah punya bajak dan kerbau sebagus itu, kenapa raja masih menginginkan bajak dan kerbauku, batin sipetani itu. Tampaknya sang raja dapat membaca raut kebingungan petani itu. “ sesungguhnya aku sudah mengenal dirimu sejak lama, aku tahu kamu petani yang rajin. Namun aku ingin tahu apakah kamu juga hamba yang baik? Ternyata kau rela memberikan harta paling berharga milikmu kepadaku. Maka terimalah bajak dan kerbau itu sebagai hadiah dariku, kau layak menerimanya….” Kata baginada raja. Petani mengucapkan terima kasih, ia pulang dengan langkah riang sambil memanggul bajak baru yang mengkilat dan kerbau yang gemuk hadiah dari raja.

Saudara, tidak banyak yang berlaku seperti petani tadi, mau memberikan harta terbaik yang dipunyai kepada orang lain. Alloh swt meminta kita memberikan harta kita bukan karena Alloh swt butuh apalagi kekurangan, sesungguhnya Alloh maha kaya. Ia melakukan itu karena ingin menguji hamba-Nya, siapa diantara kita yang benar – benar beriman, mengabdi, dan bersyukur kepada-Nya. Alloh swt ingin menyisihkan orang – orang kikir dari hamba – hamba-Nya yang mau menafkahkan harta dijalan-Nya. Dan diatas sikap pasrah kita akan kehendak-Nya, Alloh swt akan memberi balasan yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Begitulah cara-Nya memberi kemuliaan kepada kita. Semoga Alloh swt selalu menjaga kita dari kekikiran dan rasa kurang ikhlas dalam menafkahkan harta kita dijalan-Nya, amien!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar