Total Tayangan Halaman

Minggu, 15 Maret 2009

Pernikahan Dini Rawan Kanker

Setiap wanita beresiko tinggi terkena kanker leher rahim atau serviks tanpa memandang usia maupun gaya hidup. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pun mencatat kasus baru. Sebanyak 40-45 orang per hari terkena kanker. Dengan resiko kematian mencapai separoh lebih. Atau setiap satu jam, seorang wanita meninggal karena mengindap serviks.

Hal itulah yang menjadi topik pembicaraan dalam seminar kesehatan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) sebagai upaya pencegahan kanker leher rahim di Gedung Bappeda Ponorogo, kemarin (14/3). ''Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya mengganggu fisik dan kehidupan seksual saja. Tetapi juga mengganggu psikologis,'' terang dr Arief Prijatna, salah seorang pembicara pada koran ini.

Pernikahan dini salah satu penyebab utama terjadinya kanker leher rahim pada wanita. Pada masa transisi (remaja, Red) rawan akan terjadinya infeksi saat berhubungan suami istri. ''Tidak itu saja, terlalu sering melahirkan, kontrasepsi oral jangka panjang dan kurangnya perawatan kebersihan juga berpeluang terkena serviks,'' ungkapnya.

Sebenarnya, kanker leher rahim sendiri dapat dihindari oleh kaum wanita dengan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk deteksi dini. Sebagai upaya pencegahan sekunder. Serta melakukan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan primer. ''Untuk itu sekarang ini setiap Polindes dan Puskesmas sudah disediakan alat khusus guna mendeteksi serviks,'' paparnya.

Kanker leher rahim dapat disembuhkan asalkan ditemukan pada stadium dini. Kenyataan yang terjadi kasus serviks ditemukan pada stadium lanjut. Sehingga sulit disembuhkan, bahkan berujung pada kematian. ''Untuk menjalankan operasi dalam stadium dini masih bisa dilakukan. Tetapi kalau sudah stadium lanjut sudah rawan akan kematian,'' ungkapnya.

Sementara, ketua panitia seminar tersebut, Listyorini Barunanto mengungkapkan bahwa kaum hawa selama ini cenderung pasif dalam masalah kesehatan. Untuk itu, pihaknya akan merangsang mereka aktif dalam melakukan pemeriksaan di Polindes dan Puskesmas terdekat. ''Sekarang fasilitasnya kan sudah banyak terpenuhi. Jadi setiap wanita harus sering kali menjalankan pemeriksaan kesehatan,'' tambanya.(dip/eba)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar